Bismillahi Rahmani Rahîm. Shalawat serta salam semoga tercurah bagi junjungan mulia kita Rasulullah Saw. Mungkin muncul beberapa pertanyaan dari sidang pembaca Journal of Tasawwuf Studies mengenai apa dan bagaimana sebenarnya jurnal ini, termasuk arah pengembangannya. Berbeda dari kebanyakan lainnya bahwa sebuah jurnal dikeluarkan oleh institusi pendidikan atau perguruan tinggi, maka Journal of Tasawwuf Studies ini berada di bawah pengelolaan Perhimpunan Islam Paramartha, sebuah institusi yang menjadi wadah bagi kiprah amal shalih para salik Thariqah Qudusiyah. Thariqah merupakan implementasi tashawwuf sebagai bagian integral dari Ad-Dîn Al-Islam. Thariqah merupakan cara atau metoda untuk menjalani kehidupan dunia tanpa ‘terbasahi’ olehnya. Kata thariqah itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti jalan, setara dengan kata path atau way dalam bahasa Inggris. Dalam konteks Islam, thariqah, atau dalam lisan kita biasa disebut sebagai tarekat, adalah jalan pertaubatan untuk kembali kepada Allah (taubat itu sendiri berasal dari kata tâba yang artinya “kembali”), melalui jalan penyucian jiwa dan hati. Ini terlihat dalam QS Thâhâ [20]: 77, “Dan sungguh, telah Kami wahyukan pada Musa, ‘Tempuhlah perjalanan di malam hari bersama para hamba-hamba-Ku, buatlah untuk mereka jalan kering di laut (thariqan fil bahr). Janganlah mencemaskan akan tersusul, dan janganlah menjadi takut.” Konsepsi thariqah adalah pelengkap dari syariat, yang juga memiliki makna jalan, setara dengan road atau street dalam bahasa Inggris, Jalan yang dimaksud oleh syariat adalah jalan seperti di kota atau di daratan, di mana seseorang cukup melihat sekelilingnya untuk mengetahui posisi dan ke arah mana dia harus melangkah. Sedangkan makna thariqah adalah jalan yang lebih abstrak, lebih halus, dan mutlak membutuhkan petunjuk arah untuk menempuhnya. Maka, di jalan yang tak tampak seperti ini, rasa pengharapan dan kebutuhan pertolongan Yang Maha Kuasa akan muncul sangat nyata pada diri seseorang. Kehadiran thariqah sebagai dimensi spiritual telah lama dikenal dalam tradisi islam sehingga saat ini juga dikenal thariqah sebagaimana mazhab dalam syariah (fiqh). Adapun Journal of Tasawwuf Studies ini mewakili thariqah qudusiyah, sebuah thariqah yang muncul di tahun 1992 dan sampai saat ini telah berkembang di beberapa provinsi di Indonesia juga di luar negeri. Dengan demikian, Journal of Tasawwuf Studies ini merupakan jurnal internal sebagai perwujudan dari khazanah thariqah qudusiyah yang bersumber dari ajaran Rasulullah saw dalam Al-Quran dan hadits namun dibahasakan secara ilmiah agar dapat menjadi rujukan dan telaah para akademisi, baik internal maupun eksternal qudusiyah. Jurnal ini merupakan kajian ilmu dan hukum dalam islam, artinya menyoroti bukan saja hukum agama, namun juga keilmuan secara umum akan tetapi dalam bingkai kajian keislaman, khususnya perspektif tashawwuf. Dengan demikian, ke depannya jurnal ini juga akan menyoroti suatu permasalahan yang dipandang dari sudut keilmuan tertentu untuk kemudian dirangkaikan dengan kajian keislaman. Sebagaimana halnya jurnal perdana di tahun pertama, jurnal ini pun terdiri dari lima tulisan sebagaimana tercantum dalam daftar isi. Demikian pengantar dari redaksi kali ini. Semoga Journal of Tasawwuf Studies ini memberi banyak manfaat bagi masyarakat agar khazanah keilmuan islam kembali jaya di muka bumi ini. Amîn Ya Rabb Al-Alamîn. Wassalam.[]

Published: 2019-01-01